Jiang Jiaqi, yang hampir berusia empat puluh tahun, bergumul dengan pernikahan yang gagal dan penindasan di tempat kerja. Hidupnya menjadi lebih rumit ketika ia terlibat dalam kasus suap bersama bawahannya, Liang Zhi’an, seorang wanita berusia dua puluh tahun yang dibebani oleh kematian orang tuanya dan merawat neneknya yang lumpuh. Terlepas dari perbedaan kehidupan mereka, kehadiran Liang membangkitkan kembali semangat Jiang, dan saat mereka terhubung dengan tokoh-tokoh pendukung di sekitar mereka, mereka menemukan kehangatan, dorongan, dan penyembuhan satu sama lain di tengah perjuangan mereka.













